Jumat, 20 November 2020

Sabtu Bersama Buku - LM Recommendation #1 Ayah - Andrea Hirata Alasan Novel Ini Wajib Dibaca

     Sudahkah pekan ini anda membaca buku? Jika belum, kali ini saya ingin merekomendasikan bacaan epik karya novelis terbaik Belitung, Andrea Hirata. Banyak dari kalian pasti yang sudah pernah mendengar Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, novel-novel yang sudah divisualisasikan dalam sebuah film dan terbukti luar biasa. Nah, kali ini saya ingin mengulas karya Bung Andrea Hirata yang lain, yaitu Novel berjudul Ayah. Novel yang di halaman-halaman awal sudah berhasil membuat saya tersentuh, bahkan setelah berkali-kali membaca.

Original Picture By LM

     Mengapa novel ini begitu menarik? Jawabannya "Sederhana".

1. Gaya Bahasa

     Novel ini sulit membuat siapapun tidak jatuh cinta. Penulis membangun novel ini dengan bahasa yang baku namun tidak terasa kaku. Istilah-istilah yang tidak terlalu berat. Kalimat-kalimat biasa namun sarat makna. Semua umur, semua kalangan, saya rasa akan menikmati bagaimana penulis membawakan cerita ini dengan bahasa yang teramat mudah dimengerti. 


2. Watak dan Penokohan

     Saya angkat topi dengan watak dan penokohan yang dipilih penulis dalam novel ini. Nama-nama biasa yang tidak rumit, nama-nama yang ada di sekitar kita, ada di kehidupan sehari-hari. Kita diarahkan untuk merasa sangat dekat dengan setiap tokoh. Sabari, Marlena, Ukun, Tamat, Toharun, Syarif Miskin, Amiru, Amirza, dll. Semua nama itu terlihat begitu menonjol, namun tetap saja penulis pandai membuatnya terlihat manusiawi, tidak berlebihan. 


3. Konflik

     Dengan gaya bahasa dan penokohan yang terasa sederhana tidak lantas membuat konflik dalam novel ini terasa sederhana. Siapapun yang membaca pasti akan diajak untuk merasakan roller coaster kehidupan tokoh yang terluka karena begitu mencintai seseorang juga sekaligus anaknya. Di dalamnya diselipkan drama-drama yang membuat siapapun akan tergerak hatinya untuk berempati dan berpihak pada novel ini.


4. Pesan Yang Bisa Diambil

     Istilah darah lebih kental daripada air dibantah dengan tegas oleh novel ini. Kita akan melihat bagaimana seseorang bisa mencintai dengan konsisten dari ia pertama kali melihat, mengenal, bahkan hingga akhir hayat. Cinta yang tanpa syarat tergambar jelas di novel ini.

     Bahagia dari hal-hal sederhana. Bagaimana radio tua, kemeja butut, surat palsu, puisi, bisa menjadikan seseorang tersenyum dan punya semangat hidup berkali-kali.

     Jika ada kemauan pasti ada jalan. Tak peduli seberapa sering gagal, tak peduli seberapa sering mengalami penolakkan, mundur bukanlah pilihan. Sabari dalam tokoh ini akan menunjukkan kepada kita bagaimana segala keterbatasan yang ia miliki justru menyimpan banyak celah untuk lebih semangat lagi. Semua hal-hal kecil yang ia buat demi mendapatkan hati Marlena, semua hal-hal kecil yang ia buat demi membuat Zorro bangga, semua hal-hal kecil namun besar maknanya bagi orang lain. Kita akan dibuat larut dalam perjuangan itu.


5. Kutipan Favorit

     “Segala hal dalam hidup ini terjadi tiga kali, Boi. Pertama lahir, kedua hidup, ketiga mati. Pertama lapar, kedua kenyang, ketiga mati. Pertama jahat, kedua baik, ketiga mati. Pertama benci, kedua cinta, ketiga mati. Jangan lupa mati, Boi.

     Seperti judulnya, novel ini memang menyajikan cerita perihal seorang ayah. Siapapun yang saat ini sedang merindukkan sosok hebat itu, tengoklah novel ini dan jangan takut menangis. 

Selamat membaca :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts