Semua lebur digerus sembilu,
Sayap merabun tak tau mengepak, sekalipun bukan si penampung benalu,
Tetaplah tak ingin hati itu mengelak.
Menjadi hinakah si nabi yg begitu mengagumi,
Atau menjadi sucikah si iblis yg selalu pandai bertopeng tameng,
ini memang tentang peduli,
Tp jangan tanyakan siapa yg lebih banyak memberi..
Puisi Cinta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Waktu terbaik untuk mencari kebenaran sebuah desas-desus ialah saat makan siang. Semua orang berkumpul sesuai dengan sendok masing-masin...
-
Ada saat dimana udara terasa biasa-biasa saja Tidak pun dingin, tak jua panas Menjemukan Aku tak suka biasa-biasa saja Ada hitam ataupun pu...
-
Setiap malam tiba, sebelum mereka sama-sama tertidur, keduanya berbagi bincang via telepon. Entah apa saja topik yang muncul, anehnya tak pe...
No comments:
Post a Comment