Semua lebur digerus sembilu,
Sayap merabun tak tau mengepak, sekalipun bukan si penampung benalu,
Tetaplah tak ingin hati itu mengelak.
Menjadi hinakah si nabi yg begitu mengagumi,
Atau menjadi sucikah si iblis yg selalu pandai bertopeng tameng,
ini memang tentang peduli,
Tp jangan tanyakan siapa yg lebih banyak memberi..
Puisi Cinta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Baru sebulan terakhir Riza merasakan ia dan Lania penuh kecocokkan. Banyak bertemu, banyak mengobrol, pergi kemanapun berdua, di kantor pun ...
-
I knew a boy once, when I was small Aku mengenal anak lelaki, ketika aku masih kecil A tow-head blond, with eyes of salt Berambut pirang, d...
-
Dibanding lembur, aku lebih senang membaca ulang pesan-pesan kita beserta rencana-rencananya. LM
No comments:
Post a Comment