Minggu, 12 Juni 2022

Mempersilakan

Malam itu tamu hadir mengetuk pintu rumahku yang gaduh.
Suara musik kencang beradu dengan suara teve yang tidak kalah seru.
Aku membukanya, membiarkan si tamu masuk dan menyuguhinya kudapan.
Satu jam kemudian, rumahku hening.
Kumatikan musik, kukecilkan volume teve, kubiarkan hanya suaranya yang mengudara.
Dinding, lantai, langit-langit, dikuasai suaranya. Yang lebih parah, aku dipengaruhi suara itu. Kupercaya, kuyakini, kuimani.
Sampai pada titik aku lupa, dia harus pulang.

Apalagi yang kubisa selain mempersilakan?


LM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts